Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan sedikit banyak yag mempengaruhi perkembangan teknologi dari tahun ke tahun. Meski teknologi membawa kemudahan bagi manusia, bukan berarti keancaman terhadap kecanggihan teknologi tidak hilang begitu saja.

Sudah banyaknya bocornya keamana sider dan hacker sudah mencoba untuk meretas akun, penyalahgunaan data dan bahkan pengungkapan privasi yang tak semestinya, baik pada perseorangan maupun instansi pemerintahan.

Ironisnya, sejumlah cara baru untuk meretas akun dan menyalahgunakan data yang dilakukan oleh hacker didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih.

Apa saja teknologi-teknologi tersebut?

Deepfake

Teknologi ini yang memungkinkan seseorang untuk memanipulasi video dan audio dengan cara yang amat sangat nyata. Ia merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan, di mana wajah objek bisa dipasang pada sebuah video, tanpa cela sekalipun.

Kemunculan deepfake pada awalnya hanya dimanfaatkan untuk hiburan. Seiring berjalannya waktu, teknologi ini malah digunakan untuk menyebar berita palsu, penipuan hingga pornografi.

Komputasi Kuantum

Google berhasil membangun komputer kuantum. Komputer kuantum adalah sebuah teknologi di mana fisika kuantum diaplikasikan ke daya komputasi. Ia memiliki kemampuan yang luar biasa. Teknologi ini bisa dengan mudah memecahkan enkripsi yang saat ini tidak bisa terpecahkan, seperti transaksi blockchain atau kartu kredit.

Konektivitas 5G

Beberapa negara sudah menyediakan 5G. dengan koneksi 5G, internet akan semakin cepat sehingga sangat mendukung banyak perangkat untuk menggunakan internet. Kekurangan dari hal ini adalah tentang keamana siber. Terobosan koneksi 5G dapat memberi para peretas terobosan baru untuk menarget sistem pengguna yang baru menggunakan 5G.

Internet of things

Jaringan yang dibuat sevara khusus untuk gadget agar terhubung ke internet. Seiring semakin majunya teknologi, maka para peretas semakin mampu mencari celah keamanan terhadap IOT.

Adanya kecerdasaan buatan

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini telah banyak diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, pada saat ini para peratas sudah memiliki cara bagaimana mereka untuk membobol pertahanan keamanan yang dimiliki oleh AI ini.  Para peretas ini menggunakan program yang digerakkan oleh AI untuk memindai jaringan untuk menemukan celah untuk menipu para target mereka agar dengan mudah menyerahkan informasi sensitif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here