Stop! Sering Minum Boba Bikin Jerawatan

0
175

Pada saat ini tren dalam minuman boba sedang menjamur di kalangan masyarakat kita. Ketika kita berada di mal, maka kitapun akan menemukan kedai yang menjual minuman boba ini. Harga boba ini pun sangat variasi tergantung dengan ukuran, rasanya.

Sudah banyak studi yang membahas kandungan gula didalam boba yang dinilai tidak sehat. Dan minuman boba juga memberikan dampak buruk bagi kecantikan.

Dikutip dari Health Essentials, minuman boba pertama kali muncul dari Asia Timur, tepatnya dari daerah Tainan dan Taichung, pada tahun 80an. The susu dengan topping tepung tapioca ini dicampur dengan perasa dan pemanis buatan.

Hasil gambar untuk boba drink
Minuman boba yang tidak baik untuk perkembangan kulit.

Menurut dokter ginekologi, Glendell de Guzman, bahwa kandungan dalam minuman boba tercatat sebanyak 50 gam dan 500 kalori. Hal ini tentu saja berdampak buruk bagi tubuh kita termasuk kulit.

Kandungan gula, tapioka dan susu bisa menyebabkan peradangan, juga meningkatkan sebum yaitu zat minyak yang dapat menyumbat pori pori, berujung menyebabkan jerawat. Ada beberapa orang yang memiliki kulit tidak toleran terhadap kandungan laktosa dan hormone dalam susu.

Gula juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, bisa menghasilkan lonjakan insulin, meningkatkan sekresi androgen, peradangan dan juga memproduksi minyak yang semuanya berperan dalam menumbuhkan jerawat.

Memicu reaksi alergi

Pembuatan boba terkandung bola-bola tapioka yang mengandung karbohidrat dan kecil dalam nutrisi. Dan akan semakin buruk ketika direbus bersamaan dengan air gula. Kandungan gula tersebut yang tinggi di dalam boba dan menghasilkan insulin yang tinggi dan menyebabkan peradangan pada kulit.

Membuat Kulit Kasar dan Kusam

Selain itu, proses pembuatan minuman boba tidak memiliki nutrisi untuk kulit. Bahan pembuatan boba juga memicu kulit wajah terlihat kusam dan juga kasar karena bahan tepung tapioka dan gula tidak baik untuk kulit di tubuh kita.

Bagi sebagian orang, makanan manis akan menimbulkan alergi. Kadar gula yang makin banyak juga bisa mengembangkan resistensi insulin. Insulin akan menghasilkan kondisi yang disebut hirsutisme atau pertumbuhan rambut berlebih dan bercak hitam pada tubuh dan leher.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here