Tokoh Pewayangan Dewa

Batara Wisnu

Hasil gambar untuk batara wisnu
sumber: ngestitunggal

Sang Hyang Wisnu adalah seorang dewa yang pernah menjelma menjadi raja di muka bumi sebagai manusia biasa yang bertahta di Purwacarita dan memiliki gelar sri maharaja budakresana. Ketika dewa ini lahir, bumi bergetar, sampai betara guru pun jatuh akibat getaran tersebut. Ketika beranjak dewasa, bathara wisnu memiliki 3 istri yaitu Dewi Setyabama, Putri Hyang Pancaresi, dan Hyang Wisnu bisa tiwikrama, menjadi raksasa yang sangat besar dan memiliki senjata cakra yang sangat sakti. Sang Hyang Wisnu digambarkan sebagai seseorang yang bermata jaitan, bermuka agak dongkak, berhidung mancung, bergaruda membelakang dan bersunting Waderan. Bathara Wisnu memiliki sifat yang tegas, ikhlas, pemaaf dan tanpa pamrih sehingga dapat memberi semua kehidupan kepada mahluknya.

Batara Surya

Hasil gambar untuk batara surya
sumber: pinterest

Batara Surya merupakan putra dari Semar (Batara Ismaya) yang bertempat tinggal di Kahyangan Ekacakra bersama kedua istrinya yang seorang bidadari kakak beradik dengan nama Dewi Ngruna dan Dewi Nginini. Batara Surya juga dewa yang menguasai gerak matahari, yang sering disebut Dewa Matahari. Penyebab lahirnya Batara Surya dalam lakonnya adalah salah satu Dewa yang menurunkan Raden Syaputra dengan ibunya yaitu Sang Dewi Kunti. Batara Surya juga memiliki anak yang bernama Prabu Karna atau sering dipanggil Raden Surya Putra dari pernikahan dengan Dewi Kunti pada saat turun ke Bumi. Pada dasarnya Dewi Kunti memiliki 6 anak, namun anak-anak tersebut tidak mengikuti sanga ibu karena berpartisipasi membela Kurawa dalam perang Bharatayuda. Batara Surya juga memiliki kereta yang ditarik oleh 7 kuda, dengan pengemudinya bernama Aruna. Bataa Surya memiliki watak Welas Asih, tenang dan tidak suka marah.

Tokoh Pandawa 5

Yudishtira

Hasil gambar untuk yudhistira
sumber: pinterest

Yudhistira atau memiliki nama kecil Punta Dewa merupakan putra dari seorang Prabu Pandu dan Dewa Kunti. Yudhistira adalah seorang raja yang memerintah di Kerajaan Kuru, dan pusat pemerintahannya berada di Hastinapura. Yudistira juga paling tua di antara 4 Pandawa Lainnya yaitu Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Dalam tradisi Pewayangan, ia diberi julukan Puntadewa dan Gelar Pranu. Selain memiliki nama kecil Punta Dewa, Yudhistira juga memiliki nama lain yaitu Bharata, Ajasatru, Kurundana dan lain sebagainya. Ia berasal dari Dinasti Candra dan bersenjatakan tombak. Memiliki sifat jujur, adil, taat agama, mudah memaafkan, bijaksan dan tidak pernah berdusat dan tidak memiliki musuh satupun.

Werkudara

Hasil gambar untuk werkudara

Anggota dari Pandawa 5 memiliki julukan Werkudara atau Werkodara, artinya gemar makan. Memiliki nama kecil Bima dan anak dari pernikahan Prabu Pandu dan Dewi Kunti. Nama Bima dalam Bahasa Sansekerta adalah memiliki arti mengertikan. Werkudara merupakan Pandawa yang kuat, memiliki lengan yang panjang, tubuh yang tinggi dan memiliki wajah paling gagah dan sangar dibanding 4 lainnya. Walaupun dibilang menyermakan ditambah membawa senjata bernama Gada, namun memiliki hati yang baik tidak seperti kelihatannya. Bima juga dibutuhkan terutama kemahirannya dalam berperang agar mereka bisa memenangkan peperangan dalam pertempuran akbar di Khurukseta. Perlu diketahui, Gatot Kaca merupakan anak dari Werkudar dari Ras Rakhsasa. Selain Gatot kaca, Bima juga memiliki 2 anak lainnya yang dinamai dengan Antareja dan Antasena dalam pewayangan Jawa. Bima memiliki watak jujur, tabah, patuh, setia, berani dan kuat.

Arjuna

Hasil gambar untuk arjuna
sumber: mediaindonesia

Arjuna memiliki nama kecil Permadi, anak bungsu dari seorang Prabu Pandu dan Dewi Kunti. Dalam Bahasa Sangsakerta, nama Arjuna berarti yang berarti Bercahaya. Penjelmaan dari Dewa Indra atau sering disebut dengan Dewo Indra. Memiliki kemahiran ilmu memanah dan sudah dianggap oleh Drona. Selain nama Permadi, Arjuna juga memiliki nama panggilan yang lainnya yaitu Dhannjaya, Kirti, Partha. Arjuna memiliki sifat atau watak yang pendiam, sopan santun, lemah lembut, teliti, berani, cerdik dan mampu melindungi yang lemah.

Nakula dan Sadewa

Hasil gambar untuk nakula dan sadewa wayang
sumber: pinterest

Nakula dan Sadewa merupakan putra kembar dari Prabu Pandu dan Dwi Mardim. Nakula dibilang jelmaan dari Dewa kembar bernama Aswin, yang dikenal dengan Dewa Pengonatan. Orang tua Nakula dan Sadewa meninggal sehingga mereka diasuh oleh Dewi Kunti;. Nakula merupakan Kesatria yang ahli dalam bermain pedang, sedangkan Sadewa ahli dalam ilmu Astronomi. Nakula dan Sadewa memiliki watak yang jujur, setia dan patuh terhadap orang tuanya.

Tokoh Punakawan

Semar

Hasil gambar untuk semar
sumber: mediaindonesia

Semar memiliki watah mengasihi sesame, rendah hati, tidak lupa diri karena kelebihan yang ada pada dirinya. Sehingga watak Semar patut di contoh dan diterapkan di kehidupan.

Gareng

Hasil gambar untuk gareng
sumber: wikipedia

Gareng memilki watak tidak suka mengambil hak orang lain, berhati-hati dalam melangkah, selalu mengeluarkan aura yang positif, selalu ceria dan gembira.

Petruk

Hasil gambar untuk petruk
sumber: wikipedia

Petruk merupakan tokoh yang berbeda dengan tokoh lainnya karena memiliki watak humoris, pandai berbicara, menarik perhatian, bermuka manis dan nakal.

Bagong

Hasil gambar untuk bagong
sumber: wikipedia

Bagong adalah tokoh pewayangan yang humoris dan suka bertingkah bodoh kepada temannya, dengan sedikit agak lancang. Dibalik itu semua, bagong merupakan tokoh yang menyenangkan, sederhana dan tidak kagum pada kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here