Candi Borobudur adalah salah satu tempat bersejarah yang memiliki catatan sejarah panjang. Candi Borobudur dibangun pada saat pemerintahan dinasti Syailendra saat dimana banyaknya pengikut ajaran agama Buddha Mahayana. Nama Candi Borobudur berasal dari dua kata yaitu bara dan budur.  Dalam istilahnya, bara memiliki arti kompleks biara dan kata budur yang mempunyai arti atas. Jika digabungkan menjadi kata barabudur yang dibaca Borobudur yang berarti kompleks biara di atas.

Candi Borobudur terletak tepat di atas sebuah bukit sebagai komplek biara yang sungguh megah, sesuai dengan nama yang berarti kompleks biara di atas. Tidak pasti mengenai siapa yang membangun Candi Borobudur. Tidak ada bukti tertulis maupun bukti-bukti lainnya yang mendukung dan menjelaskan sejarah pasti tentang Candi Buddha terbesar ini.

Pendiri Candi Borobudur

Menurut beberapa sejarawan dan berdasarkan catatan sejarah tidak ada yang bisa memberikan bukti dan perkiraan siapa pasti pendiri awal Candi Borobudur. Catatan sejarah hanya menyebutkan Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra pada masa itu. Ada sebuah pendapat mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga, merupakan seorang raja kerajaan Mataram Kuno yang merupakan keturunan Wangsa Syailendra pada abad ke-8M. keberadaan candi ini pertama kali diketahui oleh Thomas Stanford Rafles sekitar tahun 1814.

Dikenal dengan Candi Buddha, tetapi sebenarnya tidak memiliki pasti mengenai Candi Borobudur peninggalan agama apa, apakah peninggalan agama Buddha atau Hindu karena pada saat itu kedua agama sangat kental. Didalam sejarah, masyarakat pada masa dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha yang beraliran Mahayana yang taat. Pada temuan selanjutnya yang didasarkan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa awalnya mereka mungkin beragama Hindu Siwa. Di Jawa banyak pembangunan berbagai Candi Hindu di dataran Kedu, seperti Candi suci SHiwalingga yang berlokasi di sekitar Kawasan Candi Borobudur.

man sitting near concrete statue during daytime
sumber: unsplash

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur awal mulanya merupakan rancangan bangunan berupa stupa tunggal yang sangat besar yang memahkotai puncaknya. Ada beberapa pertimbangan yang mengatakan bahwa stupa akan terlalu besar dan berat dan berisiko membahayakan jika diletakkan diatas puncak. Stupa tersebut dibongkar dan digantikan dengan tiga barisan stupa dengan ukuran kecil dan satu stupa induk pada saat ini.

Megahnya bangunan Candi Borobudur sendiri terbagi dalam 10 tingkat yang membentuk punden berundak. Yang memiliki filosofi terkandung pada 10 tingkat bangunan Candi Borobudur tersebut yang melambangkan tahap dan proses hidup manusia. Candi Borobudur memiliki enam teras berbebntuk bujur sangkar yang di atasnya memiliki pelataran melingkar. Dinding Candi dihiasi dengan kira-kira 2.672 panel relief serta terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama Borobudur yang paling besar terletak di tengah sekaligus menjadi mahkota di puncak bangunan ini.

Stupa puncak tersebut dikelilingi oleh tiga barisan dari 72 stupa berlubang yang terdapat arca Buddha yang duduk bersila di tengah-tengah bunga teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dharmacakra mudra (memutar roda Dharma).

Proses Pembuatan Candi Borobudur

Tahap Pertama

Pada tahap pertama, pembangunan Candi Borobudur meletakkan pondasi dasar pada bangunan Candi. Karena tidak tahu kapan pastinya Candi Borobudur dibangun di atas kontur perbukitan tinggi, yang mana pada bagian bukit yang paling puncak diratakan guna membentuk pelataran datar yang luas. Bahan bangunan dasar Candi Borobudur adalah terbuat dari batuan andesit, namun ini tidak seluruhnya. Membentuk pondasi dasar Candi Borobudur, tanah pada bagian bukit dipadatkan dan ditutup material struktur baru sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Bagian bukit yang tersisa ditutup dengan struktur baru lapis demi lapis. Candi Borobudur pada awalnya memiliki rancangan bangunan yang sama persis dengan tingkatan bersusun piramida. Susunan ini kemudian diubah dan diganti dengan rancangan tiga undakan pertama yang menutup struktur asli bangunan piramida yang diubah.

Tahap Kedua

Pada tahap ini Candi Borobudur tidak memakan banyak proses pembangunan yang lama. Karena pada tahan kedua ini hanya dilakukan proses penambahan dua undakan persegi, pagar langkah dan satu undakan melingkar. Kemudian setelahnya, di atasnya langsung dibangun sebuah stupa induk atau tunggal yang sangat besar. Stupa besar ini kemudian menjadi mahkota pada pundak Candi Borobudur.

Tahap Ketiga

Tahap ini sudah mulai mengalami perubahan. Undakan ini terletak di atas pundak sengan stupa induk yang memahkotai puncaknya dibongkar dan diganti menjadi tiga undakan lingkaran kecil. Pada undakan ini kemudian stupa-stupa kecil dibangun berbaris dan melingkar. Pelataran undak-undak tersebut, diletakkan stupa induk tunggal di tengah-tengahnya menjadi mahkota puncak yang baru. Perubahan undak stupa ini dikarenakan stupa lama terlalu besar dan berat serta berisiko sehingga diganti menjadi tiga stupa kecil dan satu stupa induk. Rancangan bangunan yang diubah juga menyebabkan pondasi candi juga agak diperlebar dan diperluas. Kemudian di kaki asli bangunan Candi Borobudur juga dibangun kaki tambahan. Kaki tambahan ini berguna untuk menutup relief Karmawibhangga.

Tahap Keempat

Tahap ini pembangunan hanya dilakukan sekedar perubahan-perubahan kecil dan tahap penyelesaian (finisihing). Perubahan kecil pada bangunan Candi Borobudur hanya meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan paling luar bangunan, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta pelebaran ujung kaki bangunan.

Setelah tahap perubahan kecil dan penyelesaian selesai, Candi Borobudur pun sampai pada selesai dibangun. Candi Borobudur diperkirakan selesai dan rampung secara total pada sekitar tahun 850 Masehi.

sumber: unsplash

Letak Candi Borobudur

Lokasi Candi Borobudur sendiri terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Untuk alamat pasti dan lengkapnya, Candi Borobudur berada di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur sendiri berada di tengah-tengah dan sangat strategis. Candi Borobudur berada di sekitar 100 km dari Kota Semarang, jarak 86 km dari Surakarta dan berjarak 40km dari DI. Yogyakarta. Tepatnya terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari barat laut dari Kota Yogyakarta Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar. Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai dataran kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawad an disanjung sebagai “Taman Pulau Jawa” karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here