Candi Mendut. Diduga sebagai tertua di antara Candi Mendut dan Pawon. Peninggalan masa klasik ini dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra. Wangsa atau dinasti yang di kemudian hari membangun Candi Pawon dan Candi Borobudur.

Dalam wujudnya, Candi Mendut berbentuk seperti kubus yang di bagian atasnya terlihat tidak utuh karena runtuh. Untuk lokasi Candi Mendut ini berada di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sekilas Sejarah Candi Mendut

Sama halnya dengan Candi Borobudur, belum dapat dipastikan kapan Candi Mendut dibangun. Sejauh ini, mengenai pembangunan candi didasarkan pada Prasasti Karangtengah yang berangka tahun 824 M. didalam prasasti disebutkan bahwa Raja Indra membangun bangunan suci yang dinamakan Wenuwana (hutan bamboo). Dharanindra (Indra) adalah seorang raja Dinasti Syailendra yang memerintah sekitar tahun 782 M.

Istilah Wenuwana dihubungkan dengan Candi Mendut. Banyak yang meragukan dan berpendapat bahwa Wenuwana lebih cocok jika dihubungkan dengan Candi Ngawen. Untuk bangunan candi ini sendiri diperkirakan dibangun lebih dulu dari bangunan Candi Borobudur. Atau paling tidak, pembangunannya sejaman dengan Candi Buddha yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia tersebut.

Perkiraan tersebut didasarkan pada inskripsi (tulisan pendek) yang diduga berasal dari bagian atas pintu masuk candi. Dari segi paleografis, inskripsinya memiliki kesamaan dengan inskripsi pada relief Karmawibhangga Candi Borobudur.

Kurang lebih satu abad, bangunan ini sempat digunakan sebagai tempat ziarah para penganut Buddha. Selanjutnya perlahan terabaikan, hingga tertimbun tanah dan pasir akibat letusan Gunung Merapi dan gempa bumi.

Waktu demi waktu, keberadaan candi untuk pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Kecuali bagian atapnya, seluruh bangunan candi berhasil ditemukan kembali untuk kemudian dibersihkan di tahun yang sama.

Penggalian dan pemugaran awal dilakukan oleh Belanda pada tahun 1897-1904 dan berhasil membangun kaki dan tubuh candi. Tahun 1908, T. van Erp melanjutkan perbaikan itu bersamaan dengan perbaikan Candi Borobudur. Dalam perbaikan van Erp belum semua bisa rampung karena tapnya belum bisa dipasang. Perbaikan dilanjutkan kembali pada tahun 1925 dan menghasilkan sejumlah stupa kecil dan dipasang pada bagian atap candi.

Hasil gambar untuk candi mendut
source: www.nativeindonesia.com

Arsitektur & Elemen-Elemen Candi

Candi Mendut yang diluarnya dibangun menggunakan batu andesit dan batu bata pada bangunan dalamnya yang tak terlihat.

Secara arsiketural, candi ini terbagi menjadi 3 bagian, yakni kaki, tubuh dana tap. Untuk denahnya, bangunan candi berbentuk persegi panjang berukuran 10 m x 10 m dengan tinggi 13,3 m.

Untuk bagian kaki candi (batur) setinggi 3,7 m serta tangga masuk dengan 14 anak tangga. Memiliki satu bilik dengan tangga di sisi barat laut. Di atas batur ada langkan setinggi 1 m dan selasar 2,48 m.

Pangkal pipi tangga berhias sepasang Makara berupa kepala naga berbelalai gajah. Di dalam mulutnya terbuka lebar ada seekor singa. Di bawah kepala terdapat panil makhluk kerdil (gana).

Di sejumlah panilnya juga terpahat relief-relief cerita Pancatantra dan Jataka. Ini adalah karya sastra yang mengandung ajaran Buddha dari Kashmir (India) yang ditulis pada abad-abad pertama masehi.

Pada bagian tubuh dasar Candi Mendut, ada 31 panel relief cerita. Ada cerita Brahmana dan Kepiting Angsa dan Kura-Kura Dua burung Betet yang berbeda, serta Dharmabuddhi dan Dustabuddhi.

Secara pradaksina (searah jarum jam), relief pada tubuh candi mencakup jajaran dewa Garbhadatu Mandala (Buddha Tantrayana). Adapun di depan pintu masuk ada penampil candi, juga dengan relief cerita.

Elemen-elemen Candi Mendut terdiri dari tiga arca Buddha (Cakyamuni, Avalokitesvara dan Maitreya). Ada 24 stupa di tingkat pertama, 16 stupa di tingkat kedua dan 8 stupa di bagian atas. Hingga saat ini, bagian atap candi tidaklah sempurna. Ada stupa-stupa lain dengan bentuk memanjang ke atas seperti silnder. Stupa-stupa ini masih direkontruksi belum di pasang pada candi. Elemen lain yang ada adalah atau saluran pembungan air dari selasar. Jaladwara di Candi Mendut memiliki bentuk yang lebih ramping dan lebih kecil jika dibandingkan yang ada di Candi Borobudur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here