Hati-Hati! Resiko Memakai fitur Pay Later

0
159
Christmas online shopping top view. Female buyer with laptop, copy space on screen. Woman buys presents in internet with gold credit card, drinks coffee among gift boxes. Winter holidays sales

Apakah kamu suka berbelanja online, baik itu membeli barang atau tiket pesawat? Dan pastinya kamu tidak asing lagi dengan fitur pay later, kan?

Pada saat ini fitur pay later ini sedang tren di tengah-tengah masyarakat. Beberapa marketplace sudah berlomba-lomba untuk mempromosikan benefit dari fitur ‘beli sekarang, bayar belakangan’ ini.

Dan kita pun sudah dipermudah lagi dengan melakukan transaksi. Dan perlu diketahui bahwa fitur pay later ini memiliki resiko. Dan jika tidak berhati-hati maka kita akan memiliki hutang jika tidak segera membayar. Dan pastinya kita tidak ingin hal tersebut terjadi.

Dibawah ini ada beberapa risiko yang dimiliki ketika kamu suka menggunakan fitur pay later ini.

Konsumtif berlebihan

Dengan adanya kemudahan dalam berbelanja online dan bayar belakangan, maka akan memberikan dorongan impulsive dalam keputusan pembelian yang sering kali kita membeli barang barang yang tidak diperlukan. Dan harus diingat, jika marketplace memberikan diskon itu hanya ingin menghabiskan stock barang mereka, jadi jangan tergiur untuk membelinya.

Parcel or paper cartons with a shopping cart logo in a trolley on a laptop keyboard.
ilustrasi: freepik

Pengluaran yang Berlebihan

Dengan adanya fitur paylater ini secara langsung kita membeli barang tanpa memikirkan harga tanpa piker panjang sehingga sering kali membeli barang tidak penting dengan harga yang tidak sesuai dengan budget kita. Dan ketika pada waktu pembayaran, kita seringkali kaget karena melihat barang dan harga yang tidak sesuai dengan perkiraan dan budget kita. Sehingga kita harus berhati-hati untuk membeli suatu barang.

Sulit Mengatur Keuangan

Kemudahan dalam berbelanja online, menyebabkan kita untuk ceroboh dalam menggunakan uang. Dan karena kemudahan ini, kita menjadi sulit untu mengatur keuangan dan berubah secara drastis. Dan lebih parahnya lagi bahwa anggaran yang sudah disiapkan untuk membayaran cicilan dan ternyata kita gunakan untuk hal lain.

Laptop near tags, tablet and supermarket carts
ilustrasi: freepik

Peretasan Identitas

Sama halnya dengan metode pembayaran online lainnya, paylater memiliki resiko dalam pembocoran data. Setiap aplikasi memang sudah menyiapkan sistem keamanan dalam merahasiakan data pribadi kita, tetapi hal ini bisa tetap terjadi. Data ini sudah terkoneksi dengan kartu kredit dan berbahaya jika ada pihak lain yang menggunakannya. Apalagi rekening yang kita gunakan tidak bertanggung jawab. Dan harus disadari bahwa fitur ini serupa dengan utang dan bisa menjerat diri kita.

Memiliki Data Buruk Pada BI Checking Jika kalian belum ada yg mengetahui ini, BI (Bank Indonesia) Checking adalah layanan milik BI yang mencatat segala aktivitas keuangan kita melalui kartu kredit. Semua transaksi dengan paylater juga akan masuk kedalam utang. Semakin banyak utang yang kita miliki maka catatan yang ada di BI Checking akan semakin buruk atau banyak. Dan jika hal ini terjadi maka kita akan dipersulit untuk pengajuan kredit untuk hal-hal penting seperti membeli property atau kend

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here